Senin, 07 Oktober 2013

Etika Dalam Berbisnis

ABSTRAK

Mulai dari negara maju hingga negara berkembang melakukan bisnis sebagai mata pencaharian mereka. Begitu pula dengan Indonesia yang tidak mau kalah bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Di Indonesia perkembangan bisnis maju pesat seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi. Mulai dari bisnis secara tradisional maupun bisnis secara on-line. Bahkan pangsa pasar bisnis on-line lebih luas dan dapat memperoleh keuntungan yang maksimal walaupun tidak sedikit pula orang yang meragukan kualitas produk yang ditawarkan secara on-line.
 Diantara bisnis-bisnis yang menghasilkan keuntungan, ternyata masih banyak para pebisnis yang mengacuhkan etika bisnis yang baik, seperti misalnya tidak memperhatikan kepuasan konsumen terhadap produk yang dijual. Sejatinya, etika bisnis harus tertanam dalam jiwa para pebisnis, karena dengan etika bisnis yang baik tidak hanya keuntungan saja yang didapatkan namun kepuasan dan keloyalitasan konsumenpun akan didapatkan pula. Untuk itu, para pebisnis harus mengetahui hal-hal apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh seorang pebisnis.











BAB 1
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah
Bagi dunia internasional, bisnis merupakan aktivitas yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan sehari-hari. Tidak jenuh para pebisnis memajukan dan memperluas usahanya dalam rangka mencari keuntungan semaksimal mungkin. Mulai dari negara adidaya hingga negara berkembang melakukan bisnis sebagai mata pencaharian mereka. Begitu pula dengan Indonesia yang tidak mau kalah bersaing dengan negara-negara maju lainnya.
Di Indonesia perkembangan bisnis maju pesat seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi. Mulai dari bisnis secara tradisional maupun bisnis secara on-line. Bahkan pangsa pasar bisnis on-line lebih luas dan tentunya dapat memperoleh keuntungan yang maksimal walaupun tidak sedikit pula orang yang meragukan kualitas produk yang ditawarkan secara on-line. Namun, diantara bisnis-bisnis yang menghasilkan keuntungan, ternyata masih banyak para pebisnis yang mengacuhkan etika bisnis yang baik, seperti misalnya tidak memperhatikan kepuasan konsumen terhadap produk yang dijual. Sejatinya, etika bisnis harus tertanam dalam jiwa para pebisnis, karena dengan etika bisnis yang baik tidak hanya keuntungan saja yang didapatkan namun kepuasan dan keloyalitasan konsumen pun akan didapatkan pula. Untuk itu, para pebisnis harus mengetahui hal-hal apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh seorang pebisnis.
Dalam penelitian ini, akan dijelaskan lebih lanjut mengenai etika bisnis yang seharusnya dilakukan oleh para pebisnis. Etika bisnis merupakan etika terapan. Etika bisnis merupakan aplikasi pemahaman kita tentang apa yang baik dan benar untuk beragam institusi, teknologi, transaksi, aktivitas dan usaha yang kita sebut bisnis. Pembahasan tentang etika bisnis harus dimulai dengan menyediakan kerangka prinsip-prinsip dasar pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan istilah baik dan benar, hanya dengan cara itu selanjutnya seseorang dapat membahas implikasi-implikasi terhadap dunia bisnis. Etika dan Bisnis, mendeskripsikan etika bisnis secara umum dan menjelaskan orientasi umum terhadap bisnis, dan mendeskripsikan beberapa pendekatan khusus terhadap etika bisnis, yang secara bersama-sama menyediakan dasar untuk menganalisis masalah-masalah etis dalam bisnis. Perbincangan tentang “etika bisnis” di sebagian besar paradigma pemikiran pebisnis terasa kontradiksi interminis (bertentangan dalam dirinya sendiri), mana mungkin ada bisnis yang bersih, bukankah setiap orang yang berani memasuki wilayah bisnis berarti ia harus berani (paling tidak) “bertangan kotor”.

1.2  Rumusan dan Batasan Masalah
1.2.1  Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas penulis ingin mencari:
1) Apakah yang dimaksud dengan etika, etika bisnis, dan pelanggaran etika bisnis?
2) Apakah yang pernah terjadi dan menunjukkan adanya pelanggaran dalam etika bisnis?

1.2.2 Batasan Masalah
Dalam pembahasan penulisan ilmiah ini, penulis hanya ingin tahu mengapa etika dikatakan sangat penting dalam menjalankan sebuah bisnis dan mengapa prinsip-prinsip etika bisnis yang harus ditempuh oleh perusahaan dalam mencapai tujuannya.

1.3  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah:
1) Untuk mengetahui pengertian etika, etika bisnis, dan pelanggaran etika bisnis.
2) Untuk mengetahui beberapa contoh kasus pelanggaran etika bisnis.
3) Untuk mengetahui langkah-langkah dalam menciptakan etika bisnis.
4) Untuk mengetahui prisip-prinsip etika yang baik dalam berbisnis.

1.4  Manfaat Penelitian
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis juga mengharapkan beberapa manfaat sebagai berikut:
1) Bagi penulis; menambah wawasan dan pemahaman tentang pentingnya etika dalam berbisnis.
2) Bagi dunia pendidikan; menambah pengetahuan terutama dalam bidang kewirausahaan khususnya tentang pelanggaran etika dalam bisnis, sehingga dapat menjadi bahan acuan bagi mahasiswa untuk kedepannya dalam memasuki dunia bisnis.

















BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Etika
Kata etika berasal dari bahasa Yunani Kuno “ethikos” yang berarti timbul dari kebiasaan. Etika mencakup analisis dan penerapan suatu konsep seperti misalnya baik,buruk, benar, salah dan tanggung jawab. Di bawah ini merupakan definisi etika menurut para ahli: Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”. Menurut White (1993) etika adalah cabang falsafah yang berkaitan dengan kebaikan moral dan menilai tindakan manusia. Dari definisi-definisi yang telah diutarakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa etika merupakan suatu pedoman yang mengatur dan menilai perilaku manusia, baik perilaku yang harus ditinggalkan, maupun perilaku yang harus dilakukan. Namun, etika biasanya berkaitan erat dengan moral yang berkaitan dengan cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik dan menghindari tindakan yang buruk. Etika dan moral mengandung pengertian yang sama, namun, dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan. Moral lebih kepada penilaian yang dilakukan, sedangkan etika berarti mengkaji system nilai-nilai yang berlaku.

2.2 Definisi Bisnis
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Namun, secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Menurut Steinford ( 1979) : “Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen.

2.3 Definisi Etika Bisnis
Definisi menurut para ahli :
a) Menurut Brown dan Petrello (1976) Etika Bisnis: “Business is an institution which produces goods and services demanded by people”. Yang berarti bahwa bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.
 b) Menurut Velasquez (2005) Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi

2.4 Etika Bisnis Yang Baik
Hal – hal yang harus diperhatikan dalam menciptakan etika bisnis adalah :
1) Pengendalian diri, pengendalian diri harus tertanam dalam jiwa-jiwa pebisnis yang baik. Dengan adanya pengendalian diri, bisnis yang dijalankan akan sesuai dengan apa yang diharapkan.
2) Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility), selain pengendalian diri, tanggung jawab merupakan hal yang terpenting dalam dunia bisnis. Tanpa tanggung jawab, bisnis tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan, keuntungan tidak maksimal dan loyalitas konsumen akan semakin berkurang.
3) Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi.
4) Menciptakan persaingan yang sehat, sebagai pebisnis yang baik, tidak perlu melakukan kecurangan ataupun tindakan-tindakan lain yang tidak sesuai dengan etika bisnis. Maka, persaingan yang sehat sangat perlu dilakukan untuk setiap pebisnis.
5) Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6) Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7) Mampu menyatakan yang benar itu benar.
8) Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah.
9) Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama.
10) Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.
11) Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan.

2.5 Beberapa Prinsip Umum Etika Bisnis
Secara umum, prinsip-prinsip yang berlaku dalam kegiatan bisnis yang baik sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sebagai manusia. Demikian pula, prinsip-prinsip itu sangat erat terkait dengan sistem nilai yang dianut oleh masing – masing masyarakat. Bisnis Jepang akan sangat dipengaruhi oleh sistem nilai masyarakat Jepang. Eropa dan Amerika Utara akan sangat dipengaruhi oleh sistem nilai masyarakat tersebut dan seterusnya. Demikian pula, prinsip – prinsip etika bisnis yang berlaku di dindonesia akan sangat dipengaruhi oleh sistem nilai masyarakat kita.  Namun, sebagai etika khusus atau etika terapan, prinsip-prinsip etika yang berlaku dalam bisnis sesungguhnya adalah penerapan dari prinsip etika pada umumnya. Disini secara umum dapat dikemukakan beberapa prinsip etika bisnis tersebut.
a. Prinsip Otonomi
b. Prinsip Kejujuran
c. Prinsip Keadilan
d. Prinsip Saling Menguntungkan
e. Prinsip Integritas Moral














BAB III
PEMBAHASAN

PT.Indofood merupakan salah satu perusahaan global asal Indonesia yang produk-produknya banyak di ekspor ke negara-negara lain. Salah satunya adalah produk mi instan Indomie. Di Taiwan sendiri, persaingan bisnis mi instant sangatlah ketat, disamping produk-produk mi instant dari negara lain, produk mi instant asal Taiwan pun banyak membanjiri pasar dalam negeri Taiwan. Harga yang ditwarkan oleh Indomie sekitar Rp1500, tidak jauh berbeda dari harga indomie di Indonesia, sedangkan mi instan asal Taiwan dijual dengan harga mencapai Rp 5000 per bungkusnya. Disamping harga yang murah, indomie juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan produk mi instan asal Taiwan, yaitu memiliki berbagai varian rasa yang ditawarkan kepada konsumen. Dan juga banyak TKI/W asal Indonesia yang menjadi konsumen favorit dari produk Indomie selain karena harganya yang murah juga mereka sudah familiar dengan produk Indomie.
Tentu saja hal itu menjadi batu sandungan bagi produk mi instan asal Taiwan, produk mereka menjadi kurang diminati karena harganya yang mahal. Sehingga disinyalir pihak perindustrian Taiwan mengklain telah melakukan penelitian terhadap produk Indomie, dan menyatakan bahwa produk tersebut tidak layak konsumsi karena mengandung beberapa bahan kimia yang dapat membahayakan bagi kesehatan. Hal tersebut sontak dibantah oleh pihak PT. Indofood selaku produsen Indomie. Mereka menyatakan bahwa produk mereka telah lolos uji laboratorium dengan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyatakan bahwa produk indomie telah diterima dengan baik oleh konsumen Indonesia selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Dengan melalui tahap-tahap serangkaian tes baik itu badan kesehatan nasional maupun internasional yang sudah memiliki standarisasi tersendiri terhadap penggunaan bahan kimia dalam makanan, indomie dinyatakan lulus uji kelayakan untuk dikonsumsi.
Dari fakta tersebut, disinyalir penarikan produk Indomie dari pasar dalam negeri Taiwan disinyalir karena persaingan bisnis semata, yang mereka anggap merugikan produsen lokal. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa tidak sedari dulu produk indomie dibahas oleh pemerintah Taiwan, atau pemerintah melarang produk Indomie masuk pasar Taiwan?. Melainkan mengklaim produk Indomie berbahaya untuk dikonsumsi pada saat produk tersebut sudah menjadi produk yang diminati di Taiwan. Dari kasus tersebut dapat dilihat bahwa ada persainag bisnis yang telah melanggar etika dalam berbisnis.






















BAB IV
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Etika bisnis perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, dimana diperlukan suatu landasan yang kokoh untuk mencapai itu semua. Dan biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Jangan menganggap remeh suatu etika bisnis itu karena etika tersebut sangat penting bagi kemajuan perusahaan itu sendiri. Tanpa adanya suatu etika dalam bisnis mungkin perusahaan tidak akan bertahan lama karena akan menghancurkan nama baik perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu wajib bagi semua perusahaan untuk menerapkan suatu etika bisnis dalam perusahaannya.

5.2 Saran
Bagi pihak perindustrian Taiwan agar tidak serta merta menyatakan bahwa produk Indomie berbahaya untuk dikonsumsi, apabila ingin melindungi produsen dalam negeri, pemerintah bisa membuat perjanjian dan kesepakatan yang lebih ketat sebelum proses ekspor-impor dilakukan. Karena kasus tersebut berdampak besar bagi produk Indomie yang telah dikenal oleh masyarakat Indonesia maupun warga negara lain yang negaranya memperdagangkan Indomie asal Indonesia.




DAFTAR PUSTAKA

Rhenald Khasali. tanggal 26 Februari 2005 hal.10. “Masyarakat Kita Belum Punya Budaya Korporatif”, Harian Kompas
Prof.Dr. Sondang P.Siagian, MPA. 1996. Etika Bisnis, Jakarta; PT Pustaka Binaman Pressindo,
DR.A. Sonny Keraf. 1998.  “Etika Bisnis; tuntutan dan Relevansinya” Jakarta; Penerbit Kanisius.
De George, Ricarhard T. 1986. Busness Ethics, Ke-2. New york: MacMillan Pub. Co.



ABSTRAKSI

Ade Rizky Kurniawan. 10210121
ETIKA MENULIS DI MEDIA INTERNET
Tugas Softskill. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma 2013
Kata kunci : Etika . Menulis. Internet
(iii + 12 halaman)

Di era zaman sekarang yang serba modern tentu semua orang pasti punya akun media sosial yang digunakan seperti Blog, Twitter, Facebook, Wordpress danThumblr yang penulisannya tidak sesuai dengan etika yang berlaku, untuk itu terdapat tata cara etika menulis di internet yang harus diperhatikan untuk semua penggunanya demi kebaikan bersama.













BAB 1

PENDAHULUAN



Semakin cepatnya transformasi informasi pada saat ini, internet merupakan media informasi yang paling lengkap dan terkini. Hampir semua orang dari berbagai macam profesi mulai dari para programmer, gamers, dokter, ekonom, pelajar, mahasiswa, pengusaha bahkan pengangguran sekalipun sudah mulai memanfaatkan internet untuk dapat berkomunikasi dengan rekan sejawat mereka, mencari informasi, mengirim dan menerima surat elektronik, serta fungsi-fungsi lainnya.
Hal di atas dapat dimaklumi, karena suatu informasi yang dahulu sulit diperoleh, kini menjadi mudah dengan adanya akses internet. Bahkan bukan tidak mungkin pada masa yang akan datang, dengan semakin berkembangnya internet, semua orang di dunia akan dapat saling bertukar informasi hanya dalam sekejap. Oleh karena itu, dunia informasi kelak akan sangat bergantung pada internet dan ini berarti internet tidak akan pernah mundur apalagi punah, sebaliknya internet akan semakin berkembang tanpa dapat dibatasi.
Di era zaman sekarang yang serba modern ini tentu semua orang pasti punya akun media sosial yang digunakan seperti Blog, Twitter, Facebook, Wordpress yang membuat pengguna dapat dengan bebas berbicara mengenai keadannya kepada setiap pembaca tentang apa yang pemegang akun lakukan, selain media sosial untuk pengguna pribadi, media televisi, radio pun juga menggunakan media internet untuk memberitakan hal-hal terbaru dengan mudah dan sangat cepat untuk diakses.
Namun apakah setiap keadaan atau berita-berita tersebut dapat dituliskan oleh pengguna dengan bahasa-bahasa yang tidak mempunyai etika, Untuk itu penulis ingin menyampaikan beberapa informasi mengenai “Etika Menulis di Media Internet”.

1.2       Rumusan Masalah

            Bahwa dalam setiap penulisan di media internet harus dikaji mengingat masalah penulisan masih banyak yang belum sesuai dengan aturan :

1.         Bagaimanakah aturan etika yang berlaku dalam penulisan di Media Internet ?

1.3       Batasan masalah

          Dalam penulisan ilmiah ini penulis membatasi masalah kepada penulisan di Blog, Twitter, Facebook, Wordpress sebagai acuan dasar.











BAB II

LANDASAN TEORI



2. 1      Pengertian Etika

Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlaq); kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlaq; nilai mengenai nilai benar dan salah, yang dianut suatu golongan atau masyarakat. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989) Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan berbagai ajaran moral. (Suseno, 1987) Etika sebenarnya lebih banyak bersangkutan dengan prinsip-prinsip dasar pembenaran dalam hubungan tingkah laku manusia. (Kattsoff, 1986) Berdasarkan beberapa pemikiran diatas etika menurut Bartens sebagaiman dikutip oleh abdul kadir,memberikan tiga arti etika yaitu;

1) Etika dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.arti ini dapat juga disebut sistem nilai dalam hidup manusia perseorngan atau hidup bermasyrakat
2) Etika dipakai dalam arti kumpulan asas dan nilai moral,yang dimaksud disi adalah kode etik
3) Etika dipakai dalam arti ilmu tentang yang baik atau yang buruk .arti sini sama dengan filsafa    moral. Dalam perkembangannya etika dapat dibagi dua yaitu etika perangai dan etika moral

2.2       Pengertian Norma

Norma adalah aturan-aturan yang berisi petunjuk tingkah laku yang harus atau tidak boleh dilakukan manusia dan bersifat mengikat. Hal ini berarti bahwa manusia wajib menaati norma yang ada. Norma adalah kaidah atau ketentuan yang mengatur kehidupan dan hubungan antar manusia dalam arti luas. Norma merupakan petunjuk hidup bagi manusia dan pedoman perilaku seseorang yang berlaku di masyarakat. Norma bersifat mengikat setiap masyarakat, Keberadaan norma sangat diperlukan untuk memberi petunjuk kepada manusia tentang bagaimana manusia harus bersikap bertingkah laku dalam masyarakat agar tercipta
kehidupan bersama yang tertib, tenteram, aman, dan harmonis. Norma berisi larangan dan perintah. Perintah adalah keharusan yang harus dilakukan seseorang untuk berbuat sesuatu dengan kebaikan. Larangan adalah keharusan bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu karena menimbulkan kerugian.

            Jenis-jenis norma yang ada dalam masyarakat adalah sebagai berikut ;
1. Norma Agama
Norma agama adalah peraturan hidup yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa guna menciptakan kehidupan bahagia di dunia dan akhirat. Sumber norma ini adalah kitab suci dari setiap agama yang dianut. Norma agama bersifat abadi dan universal. Abadi berarti norma agama berlaku selama manusia hidup di dunia, sedang universal berarti norma agama berlaku untuk semua umat beragama. Pelanggaran norma agama menimbulkan dosa dan diancam hukuman dari Tuhan di akhirat nanti, sedangkan yang mematuhi akan mendapat pahala.

2. Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan adalah peraturan hidup yang dianggap sebagai suara hati sanubari manusia. Norma ini juga merupakan aturan hidup tentang perilaku baik dan buruk. Pedoman berperilaku ini dilakukan berdasarkan kebenaran dan keadilan. Norma kesusilaan memberikan peraturan-peraturan kepada manusia agar menjadi manusia yang sempurna. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapatkan sanksi sosial, seperti cibiran atau cemoohan masyarakat sampai diasingkan dari lingkungan masyarakat.


3. Norma Kesopanan
Norma kesopanan adalah peraturan hidup atau nilai-nilai yang diatur oleh agama maupun adat-istiadat masyarakat. Norma kesopanan merupakan pedoman yang mengatur tingkah laku manusia terhadap manusia yang ada di sekitarnya. Norma kesopanan merupakan norma yang bersumber pada budaya masyarakat. Pelanggaran terhadap norma ini tidak menimbulkan efek sosial yang besar. Misalnya, perlakuan seorang anak terhadap orang tua dan tata cara berpakaian seseorang perempuan dewasa saat keluar rumah. Pelanggaran terhadap norma ini
akan kembali kepada diri si pelakunya sendiri, yaitu berupa perasaan malu dan menjadi sungkan terhadap orang di sekitarnya.
4. Norma Hukum
Norma hukum adalah peraturan hidup yang dibuat oleh penguasa negara atau lembaga adat tertentu. Norma hukum adalah aturan-aturan yang bersumber atau dibuat oleh lembaga negara yang berwenang. Norma hukum bersifat memaksa dan mengikat. Memaksa berarti aturan-aturan hukum harus dipatuhi oleh siapa pun, sedangkan mengikat berarti berlaku untuk semua orang. Orang yang melanggar aturan-aturan hukum akan mendapatkan sanksi berupa hukuman, seperti penjara, atau denda. Menurut Kansil, norma hukum memiliki unsur-unsur sebagai berikut. Aturan tentang perilaku manusia dalam pergaulan masyarakat. Aturan dibuat oleh badan atau lembaga berwenang.Aturan bersifat memaksa. Sanksi bersifat tegas. Aturan berisi perintah dan larangan. Perintah harus ditaati dan larangan dijauhi setiap orang



2.3       Pengertian Moralitas

Moralitas berasal dari kata Latin Mos yang berarti adat istiadat atau kebiasaan Pengertian harfiah dari etika dan moralitas, sama-sama mempunyai arti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang ajek dan terulang dalam kurun waktu yang lama sebagaimana layaknya sebuah kebiasaan


2.4       Etika Sebagai Filsafat Moral

Etika sebagai filsafat moral tidak langsung memberi perintah konkret sebagai pegangan siap pakai.Etika  dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia. Masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma moral yang umum diterima Etika sebagai sebuah ilmu yang terutama menitikberatkan refleksi kritis dan rasional Mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu memang harus dilaksanakan dalam situasi konkret terutama yang dihadapi seseorang, atau Etika mempersoalkan apakah suatu tindakan yang kelihatan bertentangan dengan nilai dan norma moral tertentu harus dianggap sebagai tindakan yang tidak etis dan karena itu dikutuk atau justru sebaliknya Apakah dalam situasi konkret yang saya hadapi saya memang harus bertindak sesuai dengan norma yang ada dalam masyarakatku ataukah justru sebaliknya saya dapat dibenarkan untuk bertindak sebaliknya yang bahkan melawan nilai dan norma moral tertentu

2.6       Pengertian Internet

            Internet merupakan kependekkan dari interconnection-networking adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar system global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protocol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani milliran pengguna di seluruh dunia. Rangkaian internet yang terbesar dinamakan internet. Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departmen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969.

2.7       Pengertian Komunikasi

            Komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain, pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

BAB III
METODE PENELITIAN


3.1       Objek Penelitian

            Objek yang digunakan dalam penulisan ini adalah media sosial di internet seperti Blog, Facebook, Twitter, Wordpress


3.2       Data Penelitian

Data yang digunakan oleh penulis dalam penulisan  ini adalah :

1.      Data Primer
a.       Wawancara langsung dengan para pengguna media sosial
b.      Observasi langsung terhadap media sosial


2.      Data Sekunder
Penulisan Blog, Twitter, facebook dan Wordpress pada bulan Juni 2013


BAB IV
PEMBAHASAN

4.1       Etika Menulis Di Internet

Dalam menulis di internet perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1.      Hal pertama yang harus diingat adalah setiap kalimat yang ditulis tidak mengandung unsur penghinaan terhadap SARA ( suku, agama, ras, adat). Karena hal tersebut sangatlah sensitif dan bisa menganggu kemanan serta kenyaman para pengguna media internet, terlebih di Indonesia, Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari berbagai macam suku, agama dan budaya

2.      Penulisan juga harus menggunakan tata bahasa yang baik, tidak dilebih-lebihkan, dalam arti apabila menuliskan sebuah berita haruslah sesuai dengan fakta yang ada

3.       Penulisan yang bukan berasal dari karya sendiri, haruslah dituliskan sumbernya, agar tidak terjadi pencurian karya tulisan dan terlanjur dipublikasikan di internet

4.      Susunan kalimat harus jelas, baik penggunaan tanda baca dan letak kalimatnya

5.      Hal-hal pribadi yang sifatnya menjurus kepada kegiatan yang sangat pribadi tidak perlu dituliskan, mengingat media sosial di internet dapat diakses oleh semua kalangan

6.       Kalimat baik berupa pernyataan, pertanyaan atau ajakan yang membuahkan provokasi juga melanggar etika penulisan di internet

7.      Kata-kata yang mengandung pornografi sangat dilarang untuk dituliskan.      

8.      Kata-kata yang digunakan dalam penulisan juga tidak boleh menggunakan bahasa yang kasar, atau mengandung kekerasan

9.      Menggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, agar terwujudnya rasa cinta dan bangga terhadap Bahasa Indonesia

10.  Penulisan dapat bermanfaat bukan hanya bagi penulis tetapi juga para pembaca



BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1       Kesimpulan

            Bahwas etika bukan hanya diberlakukan dalam kehidupan kita sehari-hari, dimana kita harus berperilaku sesuai dengan norma yang ada, namun berlaku juga pada penulisan di internet, dimana etika-etika penulisan yang dipenuhi di  media sosial di internet dapat memberikan hal-hal yang positif bagi seluruh pengguna internet. Terdapat sepuluh etika yang harus diperhatikan apabila ingin menulis di internet, yang terpenting ialah kita harus mengingat bahwa setiap manusia memiliki kebiasaan dan budaya yang berbeda untuk itu jangan penulis menyinggung hal tersebut demi menjaga etika yang berlaku.

5.2       Saran

            Bagi pengguna media sosial yang mempublikasikan tulisan dengan menggunakan media internet, diharuskan menggunakan etika yang ada. Namun penulis menyadari bahwas masih banyak hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis internet, untuk itu kritik dan saran dalam penulisan ini sangatlah dibutuhkan.



Daftar Pustaka

Wikipedia.com
Handoutdansapmk_etikabisnispta201213.



Rabu, 05 Juni 2013

Sejarah Alay

Alay atau anak layangan adalah orang-orang kampung norak yang baru bisa berlagak jadi KOOL (bukan cool, tapi KOOL = KOalitas Orang Lowclass). Alay sering di identikkan dengan narsisme, kenorakan, dan ya… apapun yang buruk. Alay merupakan kanker yang perlahan membunuh negara Indonesia dan merusak imagenya. Dalam ilmu sosiologi, dikenallah strata yang berarti tingkatan seseorang/kelompok dalam suatu komunitas dan alaylah yang menempati strata terbawah dalam negara Indonesia.
Alay itu murahan, maka kalian dapat menemukan alay dimana-mana kemanapun kalian berjalan di Indonesia, menjadi alaypun murah dan dapat instant dianggap keren, jadi dengan alasan itu alaypun juga seperti jamur karena tersebar dimana-mana asal ada hal yang mendukung, yaitu narsisme berlebihan, kenorakan, dan sedikit uang buat beli barang-barang fashion supaya bisa jadi KOOL.
Ciri- Ciri alay:
Sifat umum
* Ngerasa banget paham soal musik, apalagi musik-musik punk dan hardkor seperti Selipkenot, Apeng Sepenpold (A7X, alay alay alay alay alay alay alay), The Red Jamsut Cangcut Apparatus, Bullet Por Mai Palentine Palestine, dsb. Jika mereka memang menikmatinya, itu bukan disebut alay.
* Ngerasa kalo ga denger musik keras itu ga gaul, apalagi kalo cowo depan cewe, atau cewe depan cowo, langsung bertingkah pasang headset atau apapun yang mengeluarkan suara dari playernya..
* Selalu ada aja waktu untuk foto-foto narsis, ga di jalan, di tempat makan, di angkot, padahal HP aja cuman rata-rata 2 Megapixel. Dengan gaya khasnya, seperti foto yang extrim terangnya, sok gelap, gothic, dan emo padahal cuma nutupin jerawat pake kegelapan, terus sambil majuin bibirnya dan menggelembungkan pipinya..
* Belajar photoshop cuma buat ngedit foto-foto dirinya sendiri yang narsis, atau foto-foto yang ga mutu..
* Barang abal nan palsu dipamerin ke temen-temen, ngakunya beli mahal padahal harganya tidak seperti yang diomongkannya..
* Sok eksis di dunia internet, terutama di Facebook, Twitter..
* Nama harus narsis, biasanya bukan nama sebenarnya! Contoh : Bobi Anak Jalanan, Rio Punker, Irma Imoetz, Selvi Cantique, Indah Cutez..
* Yang baru bisa unicode, pasti langsung dipake terus. (contoh : ™, ۞ ¤ۣۜ , dan simbol-simbol lainnya. Peringatan buat alay, jangan copy simbol di atas)
* Sering posting yang menunjukkan dimana dirinya sekarang berada, terutama di tempat-tempat yang mewah, contoh statusnya “makanan di dixie enak2, recommended dah”, “di gajah wong, ternyata ga ada es teh, hikz hikz”, “nongkrong di starbucks sendirian, hikz hikz”. Berasa sok eksis dan tajir gitu loh.
Alay mulai merambah tidak hanya secara umum, tapi juga mulai merambah ke kaligrafi..
Kriteria kaligrafi indah menurut alay adalah tulisan gede kecil dengan substitusi angka dan simbol ga ada di KBBI, namun kita tetap memanggil tulisan jenis ini EYD juga (Ejaan Yang DiALAYkan). Tujuannya supaya mereka terlihat 9h40l n’ kR3@71f (gaul dan kreatif – red). Alay pasti akan menambah simbol-simbol, merubah angka dan huruf-huruf.
Layspeak
Ini yang salah diartikan. Meski layspeak mirip dengan leet speak, namun layspeak bukanlah leetspeak, leet (dari leetspeak) berasal dari kata elite yang berarti spesial sedangkan alay tidaklah demikian. Layspeak hanyalah tingkatan rendah dari Leetspeak dan diyakinkan alay tidak akan cukup ilmu untuk menerjang ke leetspeak.
Contoh perbandingan.
Hi my name is Roy
Layspeak : hi MY N4m3 i5 royZz
Leetspeak : |-|I |\/|y |\|4|\/|3 15 ROY



SATU MIMPI SATU BARISAN

SATU MIMPI SATU BARISAN
Oleh Wijil Tukul

Di lembang ada kawan sofyan
jualan bakso kini karena dipecat perusahaan
karena mogok karena ingin perbaikan
karena upah ya karena upah

Di ciroyom ada kawan sodiyah
si lakinya terbaring di amben kontrakan
buruh pabrik teh
terbaring pucet dihantam tipes
ya dihantam tipes
juga ada neni
kawan bariah
bekas buruh pabrik kaos kaki
kini jadi buruh di perusahaan lagi
dia dipecat ya dia dipecat
kesalahannya : karena menolak
diperlakukan sewenang-wenang

Di cimahi ada kawan udin buruh sablon
kemarin kami datang dia bilang
umpama dironsen pasti nampak
isi dadaku ini pasti rusak
karena amoniak ya amoniak

Di cigugur ada kawan siti
punya cerita harus lembur sampai pagi
pulang lunglai lemes ngantuk letih
membungkuk 24 jam
ya 24 jam

Di majalaya ada kawan eman
buruh pabrik handuk dulu
kini luntang-lantung cari kerjaan
bini hamin tiga bulan
kesalahan : karena tak sudi
terus diperah seperti sapi

Di mana-mana ada sofyan ada sodiyah ada bariyah
tak bisa dibungkam kodim
tak bisa dibungkam popor senapan
di mana-mana ada neni ada udin ada siti
di mana-mana ada eman
di bandung - solo - jakarta - tangerang

Tak bisa dibungkam kodim
tak bisa dibungkam popor senapan
satu mimpi
satu barisan

Contoh Resensi


RESENSI BUKU
Judul buku      : Membedah Islam di Barat Menepis Tudingan Meluruskan Kesalahpahaman
Penulis             : Alwi Shihab
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun              : 2004
Tebal               : 384 halaman

Selama ini, dunia Barat selalu mengidentikkan Islam dengan terorisme, radikalisme, dan dianggap jauh dari humanisme. Hal itu terjadi karena minimnya pemahaman mereka akan Islam dan itu sangat dirasakan oleh Pak Alwi selama berinteraksi dengan para mahasiswa di Amerika. Saya merasa buku ini akan sangat memberikan pencerahan yang dapat mengenalkan Islam secara benar sebagai agama yang Rahmatan lil Aalamien. Dr. H. Alwi menulis buku ini berlandaskan iman yang jernih, ilmu yang mendalam, amal dan pengalaman yang luas, di dalam maupun di luar komunitas Islam. Beliau yakin bahwa kerukunan sejati antarumat beragama pertama-tama dan terutama dibangun atas dasar pengenalan, pemahaman, dan hormat akan ajaran, tradisi, dan nilai-nilai dalam agama lain. Kesaksiannya tentang peran Islam inklusif untuk kemaslahatan dunia ini perlu didengarkan dan diperdengarkan.
Sejarah hubungan Islam dan Barat, khususnya Islam dan Kristen, selalu diwarnai oleh konflik dan ketidakharmonisan. Buku Dr. Alwi Shihab ini merupakan upaya untuk menelusuri akar timbulnya mutual distrust tersebut dan menawarkan jalan sejuk menuju mutual trust agar tercipta hubungan yang lebih harmonis dan damai. Banyak konflik meruncing dan dipicu oleh salah persepsi dan kurangnya komunikasi. Hal yang sama juga terjadi dalam cara penghayatan keagamaan yang picik, padahal panggilan kesucian agama lain justru mengajak kita untuk mengatasi kepicikan itu, untuk menyelami keagungan Sang Khalik, yang terpapar dalam ciptaan-Nya. Karena itu, saya menyambut gembira buku pak Alwi Shihab ini. Inilah contoh, bagaimana lewat dialog, kita menjadi lebih dewasa, bahkan dalam perkara yang menyangkut kepercayaan terdalam kita, sehingga kita bisa berkoeksistensi secara damai dengan saling memberi kontribusi positif.
Hubungan Islam-Barat hingga kini dibangun seolah di atas luka sejarah yang terus menganga. Luka itu sering dijadikan titik kemarahan baru untuk menghembuskan permusuhan atas nama Tuhan: sebuah ironi yang mencemaskan. Kita harus pelan-pelan membangun jembatan untuk mendekatkan keduanya dan meniadakan ironi itu. Buku Dr. Alwi Shihab ini bagian dari usaha besar membangun jembatan itu.

Kelebihan :
-Mengandung unsur edukasi,  Cocok untuk semua kalangan, Megupas akar permasalahan

Kekurangan
                -Bahasanya terlalu kaku


Senin, 03 Juni 2013

Pengertian Resensi

   
DEFINISI RESENSI
Resensi berasal dari kata resensie (bahasa Belanda). Kata resensie berasal dari kata recensere (bahasa Latin), yang memiliki arti memberi penilaian. Resensi dapat pula berasal dari kata review (bahasa Inggris), yang memiliki arti lebih luas, yaitu mengupas isi buku, seni lukis, pertunjukan, musik, film, drama, dan sebagainya. ( Definisi Resensi )
Pengertian Resensi
Resensi berasal dari bahasa latin 'recensere' artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Punya maksud atau makna sejajar dengan review dalam bahasa Inggris (Slamet Soewandi, 1977). Sedangkan menurut buku "Kamus Istilah Sastra" yang ditulis oleh Panuti Sudjiman (1984) dijelaskan bahwa resensi berarti hasil pembahasan dan penilaian yang pendek tentang suatu karya tulis. Jadi, arti resensi mengacu kepada mengulas sebuah buku. Konteks ini memberi arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas, atau mengkritik buku.

2. Menulis Resensi
Seperti yang telah kita pelajari, sebuah resensi buku adalah ulasan sekilas mengenai sebuah buku. Resensi biasanya mengandung penilaian tentang buku tersebut. Pada pelajaran ini, kita akan mencoba menulis resensi, khususnya resensi novel (sastra/popular). Sebuah resensi hendaknya objektif, singkat, menyeluruh, jujur, jelas pada sasarannya, bahasanya lugas, sesuai dengan selera / keterampilan pembaca. Oleh karena itu peresensi harus:
-memahami sepenuhnya tujuan pengarang buku,
-menyadari sepenuhnya maksud menyusun resensi,
-memahami selera dan tingkat kemampuan/kualitas pembaca,
-menguasai ilmu yang berhubungan dengan buku yang akan diresensi.

Untuk menulis sebuah resensi, hendaknya perlu mengetahui unsur-unsur (hal-hal) yang perlu diulas dalam resensi.
Unsur-unsur sebuah resensi adalah :

1. Judul resensi
Judul resensi tidak sama dengan judul buku. Judul resensi harus mencerminkan isi resensi.

2. Identitas buku
Identitas buku meliputi judul buku, pengarang, penerbit, tempat dan tahun terbit, jumlah halaman, dan kalau perlu mencantumkan harga buku).

3. Riwayat kepengarangan
Riwayat kepengarangan ini mengemukakan latar belakang pengarang, perbandingan dengan karya-karya sebelumnya, penghargaan yang diperoleh pengarang.

4. Gambaran umum buku (sinopsis cerita untuk karya fiksi)
Menggambarkan isi buku secara singkat dan membuat pembaca tertarik membaca buku tersebut. Untuk karya fiksi dapat dilakukan dengan memberikan ikhtisar cerita secara singkat.

5. Kelemahan dan keunggulan buku
Kelemahan dan keunggulan buku dapat meliputi segi isi (isi buku, bahasa yang digunakan, teknik penulisan buku. Untuk karya fiksi bisa menguraikan kelemahan dan keunggulan tema, tokoh, alur, latar, amanat, dan sebagainya) dan segi fisik (perwajahan, bentuk dan ukuran huruf, penjilidan, jenis kertas, dan sebagainya).

6. Gaya bahasa yang digunakan pengarang dalam buku.

7. Kesimpulan resensi

Kesimpulan ini berisi kesimpulan yang diperoleh peresensi terhadap buku yang diresensi, manfaat yang akan diperoleh pembaca jika membaca buku tersebut, golongan pembaca yang bagaimana yang perlu membaca buku tersebut, nilai buku jika dibandingkan dengan karya-karya yang lain.
Menulis resensi buku dapat dimulai dengan membaca dan memahami buku tersebut secara kritis. Memahami isi buku secara keseluruhan. Agar dapat memahami buku secara cepat bacalah kata pengantar dan pendahuluan, baca ringkasan buku yang biasanya terdapat pada sampul belakang, kemudian baca keseluruhan isi buku, dan catatlah hal-hal yang penting.
Dalam menuangkan pada tulisan resensi, pertama, perkenalkan buku tersebut dengan menuliskan identitas buku. Berikutnya gambarkan isi buku secara singkat, termasuk maksud dan tujuan penulisan buku sebagaimana dikemukakan penulisnya (biasanya terdapat dalam kata pengantar penulis atau penerbit). Setelah itu berikan ulasan mengenai isi buku tersebut, kelemahan dan keunggulannya, baik dari segi fisik maupun substansi isinya. Terakhir, berikan kesimpulan mengenai buku yang diresensi.

3. Langkah-langkah Meresensi Buku

Berikut ini adalah langkah-langkah praktis yang dapat Anda gunakan untuk membuat resensi sebuah buku.
1. Melakukan penjajakan atau pengenalan buku yang diresensi, meliputi:
· Tema buku yang diresensi, serta deskripsi buku.
· Siapa penerbit yang menerbitkan buku itu, kapan dan di mana diterbitkan, tebal (jumlah bab dan halaman), format hingga harga.
· Siapa pengarangnya: nama, latar belakang pendidikan, reputasi dan presentasi buku atau karya apa saja yang ditulis sampai alasan mengapa ia menulis buku itu.

· Penggolongan / bidang kajian buku itu: ekonomi, teknik, politik, pendidikan, psikologi, sosiologi, filsafat, bahasa, sastra, atau lainnya.

2. Membaca buku yang akan diresensi secara menyeluruh, cermat, dan teliti. Peta permasalahan dalam buku itu perlu dipahami dengan tepat dan akurat.

3. Menandai bagian-bagian buku yang memerlukan perhatian khusus dan menentukan bagian-bagian yang akan dikutip sebagai data acuan.

4. Membuat sinopsis atau intisari dari buku yang akan diresensi
.
5. Menentukan sikap atau penilaian terhadap hal-hal berikut ini:

· Organisasi atau kerangka penulisan; bagaimana hubungan antar bagian satu dengan lainnya, bagaimana sistematika, dan dinamikanya.

· Isi pernyataan; bagaimana bobot idenya, seberapa kuat analisanya, bagaimana kelengkapan penyajian datanya, dan bagaimana kreativitas pemikirannya.

· Bahasa; bagaimana ejaan yang disempurnakan diterapkan, bagaimana penggunaan kalimat dan ketepatan pilihan kata di dalamnya, terutama untuk buku-buku ilmiah.

· Aspek teknis; bagaimana tata letak, bagaimana tata wajah, bagaimana kerapian dan kebersihan, dan kualitas cetakannya (apakah ada banyak salah cetak).
Sebelum melakukan penilaian, alangkah baiknya jika terlebih dahulu dibuat semacam garis besar (outline) dari resensi itu. Outline ini akan sangat membantu kita ketika menulis.

6. Mengoreksi dan merevisi hasil resensi dengan menggunakan dasar- dasar dan kriteria-kriteria yang telah kita tentukan sebelumnya.

Bahan dikutip dari sumber:
Judul Buku : “Dasar-dasar Meresensi Buku“
Penulis : DR. A.M. Slamet Soewandi
Penerbit : PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta Tahun : 1997

Halaman : 6 – 7