Sabtu, 01 Oktober 2011

tugas softskill tentang koperasi


Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko / co dan operasi / operation. Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama. Berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1967, koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Berikut di bawah ini adalah landasan koperasi indonesia yang melandasi aktifitas koprasi di indonesia.
- Landasan Idiil = Pancasila
- Landasan Mental = Setia kawan dan kesadaran diri sendiri
- Landasan Struktural dan gerak = UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1
A. Fungsi Koperasi / Koprasi
1. Sebagai urat nadi kegiatan perekonomian indonesia
2. Sebagai upaya mendemokrasikan sosial ekonomi indonesia
3. Untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara indonesia
4. Memperkokoh perekonomian rakyat indonesia dengan jalan pembinaan koperasi
B. Peran dan Tugas Koperasi / Koprasi
1. Meningkatkan tarah hidup sederhana masyarakat indonesia
2. Mengembangkan demokrasi ekonomi di indonesia
3. Mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi yang ada
sumber http://organisasi.org/arti_pengertian_definisi_fungsi_dan_peranan_koperasi_koprasi_indonesia_dan_dunia_ilmu_ekonomi_koperasi_ekop







A. Jenis koperasi berdasarkan fungsinya :
1. Koperasi Konsumsi
Koperasi ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan umum sehari-hari para anggotanya. Yang pasti barang kebutuhan yang dijual di koperasi harus lebih murah dibantingkan di tempat lain, karena koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya.
2. Koperasi Jasa
Fungsinya adalah untuk memberikan jasa keuangan dalam bentuk pinjaman kepada para anggotanya. Tentu bunga yang dipatok harus lebih renda dari tempat meminjam uang yang lain.
3. Koperasi Produksi
Bidang usahanya adalah membantu penyediaan bahan baku, penyediaan peralatan produksi, membantu memproduksi jenis barang tertentu serta membantu menjual dan memasarkannya hasil produksi tersebut. Sebaiknya anggotanya terdiri atas unit produksi yang sejenis. Semakin banyak jumlah penyediaan barang maupun penjualan barang maka semakin kuat daya tawar terhadap suplier dan pembeli.
B. Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja
1. Koperasi Primer
Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan.
2. Koperasi Sekunder
Adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer.
Koperasi sekunder dapat dibagi menjadi :
a. koperasi pusat - adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer
b. gabungan koperasi - adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat
c. induk koperasi - adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi
http://organisasi.org/jenis_jenis_koperasi_berdasarkan_fungsi_serta_tingkat_dan_luas_daerah



 Landasan Koperasi Indonesia
Di samping melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi yang berlaku secara universal, keberadaan koperasi Indonesia adalah juga berdasarkan landasan idiil, yaitu Pancasila dan landasan struktural, yaitu Undang-Undang Dasar 1945.
http://gudangupil.com/pengertian-koperasi-dan-asal-mula-prinsip-dasar-koperasi/indo/
sumber 
sumber 

Kamis, 19 Mei 2011

tugas softskill biodata dosen bahasa inggris

Bios
Name: Ahmad Shafi Ma'arifBorn: Sumpurkudus, West Sumatra, May 31, 1935Religion: IslamWife: Hajjah NurkholifahEducation:* SR Sumpurkudus Affairs (1947)* Government Elementary School Muhammadiyah Sumpurkudus* Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Lintau* Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta (1956)* Faculty of History and Culture of Surakarta Cokroaminoto University (BA, 1964)* Department of History, IKIP Yogyakarta (S1, 1968)* Department of History, Ohio University, Athens, Ohio, USA, (MA, 1980)* Islamic Thought, University of Chicago, USA, (Ph.D., 1983)
Career:* Teachers of English and secondary schools in Baturetno Indonesia, Surakarta (1959-1963)* Teachers of English and Indonesian Islamic school in Surakarta (1963-1964)* Lecturer of History and Islamic Culture Islamic University of Indonesia Yogyakarta (1964-1969)* Lecturer IKIP Yogyakarta (1967-1969)* Part-time assistant professor of Islamic History and Culture at the Islamic University of Indonesia, Yogyakarta (1969-1972)* Assistant Lecturer History of Southeast Asia IKIP Yogyakarta (1969-1972)* Part-time Lecturer History of Southwest Asia IKIP Yogyakarta (1973-1976)* Senior Lecturer of Philosophy of History Teachers' Training College of Yogyakarta (1983-1990)* Guest Professor at the University of Iowa, USA (1986)* Senior Lecturer (part time), History and Islamic Culture IAIN Kalijaga, Yogyakarta (1983-1990)* Senior Lecturer (part time) in UII Yogyakarta (1984-1990)* Senior Lecturer (part time), History of Political Ideology Eleven March Surakarta Graduate University (1987-1990)* Senior Lecturer (pensyarah right) at the University Kebangsaan Malaysia (1990-1994)* Senior Lecturer of Philosophy of History Teachers' Training College of Yogyakarta (1992-1993)* Guest Professor at McGill University, Canada (1992-1994)* Professor of Philosophy of History Teachers' Training College of Yogyakarta (1996)* Vice Chairman of Muhammadiyah (1995-1998)* Chairman of Muhammadiyah (1998)
Other Activities:* Chief Editor of the magazine Suara Muhammadiyah Yogyakarta (1988-1990)* Member of Umm al-Qur'an journal Expert Staff (1988)
Home Address: Perum Nogotirto Elegant II, Jalan Halmahera, Blok D/76, Gamping, Sleman, Yogyakarta
BIOGRAPHY
Shafi'i school period could say a lot of trouble. When will enter high school in Yogyakarta Muhammadiyah, Shafi'i rejected because of his junior origin of Lintau Village in West Sumatra, which is considered inferior. He then signed up to the Madrasah Muallimin Muhammadiyah in the same city. In schools that scored cadres preacher Muhammadiyah, the Shafi'i school report always nice and always rated one.
Graduated from Muhammadiyah, Shafi was registered at IAIN Sunan Ampel, Surabaya, before entering the Faculty of Law, Islamic University of HOS Cokroaminoto Surakarta and eventually moved to the Faculty of Teacher Training and Education Department of History Teachers' Training College of Yogyakarta. Schedule of study at Teachers' Training College set the time allowed, even though he had graduated at the age of 29 years.
Shafi S2 to study in Illinois, United States, after he graduated from the Teachers' Training College. But since her son died cause he had to leave college and return to his master's homeland. In Indonesia Shafi'i teaching several years before deciding to return to America and take courses at the Department of History, Ohio University, Athens, Ohio. He also took the S3 Islamic Thought, University of Chicago, also in America. Since in Chicago that Shafi'i began studying under the guidance of Fazlur Rahman, a Muslim reformer of Egypt, which he considered a great deal of enlightenment, including in understanding the Qur'an. One of the teachings of the Koran that really understood Shafi is no compulsion in religion.
Although little has been known since the Muhammadiyah, the new Shafi really take charge of the Islamic organization was coming home from Chicago. In 1985, he joined the Assembly Tabliq Muhammadiyah until finally he could become chairman of Muhammadiyah in 1998.

Jumat, 15 April 2011

tugas bahasa inggris soft skill

nama:ade rizky k
kelas:1ea14
npm:10210121


Bios 

 
FULL NAME Dr. Sekar Barry, Ak., MM HIGHER EDUCATION UNIVERSITY TRISAKTI FACULTY / DEPARTMENT ECONOMY / ACCOUNTING UNIVERSITY ADDRESS Jl. Kyai Tapa No. 1 Grogol JAKARTA BARAT Tel. / FAX 021-566 3232 ext.310 / 564 4270 E - MAIL
 
 
II. EDUCATION
 
S1 ACCOUNTING EDUCATION 1991 at Airlangga University S2 ACCOUNTING EDUCATION IN 2000 IN ITS MADA UNIVERSITY S3 ACCOUNTING EDUCATION IN 2005 IN ITS MADA UNIVERSITY III. Teaching Appointment
 
COLLEGE EYE 1 ACCOUNTING THEORY 2 ANALYSIS OF FINANCIAL REPORT 3 METHODOLOGY OF ACCOUNTING RESEARCH
 
 

 
 
 
 
 
V. EXPERIENCE
 
a. SCIENTIFIC RESEARCH
  
No TITLE TEXT PUBLISHERS 1 Analysis of Factors - Factors Affecting Decision Funding Company; Testing hypothesis Packing Order
 
Media Research Accounting, Auditing & Information, Vol. 1. No. 3, December 2001; ISSN: 1411-8831
 
2 Profit Management and Motivation Management
 
Media Research Accounting, Auditing & Information, Vol. 1. No. 2, August 2001, ISSN: 1411-8831
 
3 Environmental Change and Strategies of Certified Public Accountants Profer Led Scriptless Trading Capital Market Creation in Relation to Grod Governance
 
Media Accounting, Auditing & Information, Vol. 1. No. 2, April 2002, ISSN: 1411-8831
 
4 Accounting Conservatism, Value Velevance And Empirical Implications accruals Disrectionary Feltham Ohlson model (1996)
 
Journal of Accounting Research Vol. 5 No. 3, Sept. 2002 5 Effect of Ownership Structure, Earnings Management Behavior, Free Cash Flow hypothesis And Economic Value Added: Path Analysis Approach
 
Journal of Economics & Business Indonesia, Vol 17 No. October 4, 2002, ISSN: 0215-2487
 
6 Effect of Audit Expertise And Independence Of Audit Opinion: A Quasi Experimental Indonesian Journal of Accounting Research Vol. 6 No. 1, January 2003
 
7 The Influence Of Audit Quality Measure On Conservatism
 
Unpublished 8 The Relationship Of Profit, Cash Flow And Equity Book Value During the 1997 Crisis Period
 
Unpublished

Selasa, 08 Maret 2011

tugas tulisan biografi

Biografi Bob Sadino - Pengusaha Sukses Dari Indonesia

Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.


Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.

Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.

Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.

Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Bob.

Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional.
Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.

Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.

Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.

Anak Guru

Kembali ke tanah air tahun 1967, setelah bertahun-tahun di Eropa dengan pekerjaan terakhir sebagai karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg, Bob, anak bungsu dari lima bersaudara, hanya punya satu tekad, bekerja mandiri. Ayahnya, Sadino, pria Solo yang jadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia ketika Bob berusia 19.

Modal yang ia bawa dari Eropa, dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang sepi, masih terhampar sawah dan kebun. Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya.

Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. ”Hati saya ikut hancur,” kata Bob. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ”Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.”

Untuk menenangkan pikiran, Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari sini Bob menanjak: Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985 menunjukkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar.

”Saya hidup dari fantasi,” kata Bob menggambarkan keberhasilan usahanya. Ayah dua anak ini lalu memberi contoh satu hasil fantasinya, bisa menjual kangkung Rp 1.000 per kilogram. ”Di mana pun tidak ada orang jual kangkung dengan harga segitu,” kata Bob.

Om Bob, panggilan akrab bagi anak buahnya, tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Baginya, bidang yang ditekuninya sekarang tidak ada habis-habisnya. Karena itu ia tak ingin berkhayal yang macam-macam.

Haji yang berpenampilan nyentrik ini, penggemar berat musik klasik dan jazz. Saat-saat yang paling indah baginya, ketika shalat bersama istri dan dua anaknya.

Nama :
Bob Sadino
Lahir :
Tanjungkarang, Lampung, 9 Maret 1933
Agama :
Islam

Pendidikan :
-SD, Yogyakarta (1947)
-SMP, Jakarta (1950)
-SMA, Jakarta (1953)

Karir :
-Karyawan Unilever (1954-1955)
-Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg (1950-1967)
-Pemilik Tunggal Kem Chicks (supermarket) (1969-sekarang)
-Dirut PT Boga Catur Rata
-PT Kem Foods (pabrik sosis dan ham)
-PT Kem Farms (kebun sayur)

Alamat Rumah:
Jalan Al Ibadah II/12, Kemang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 793981

Alamat Kantor :
Kem Chicks Jalan Bangka Raya 86, Jakarta Selatan Telp: 793618

Referensi :

- http://pengusahamuda.wordpress.com/biografi/
- http://id.wikipedia.org/wiki/Bob_Sadino

tugas adverbial clause

Adverbial Clause adalah Clause (anak kalimat) yang berfungsi sebagai Adverb, yakni menerangkan kata kerja.
Adverbial Clause biasanya diklasifikasikan berdasarkan "arti/maksud" dari Conjunction (kata penghubung yang mendahuluinya).
Jenis-jenis Adverbial Clause antara lain:
1. Clause of Time
Clause yang menunjukkan waktu. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti after, before, no sooner, while, as, dll.
Contoh:
  • Shut the door before you go out.
  • You may begin when(ever) you are ready.
  • While he was walking home, he saw an accident.
  • By the time I arrive, Alex will have left.
  • No sooner had she entered than he gave an order.
2. Clause of Place
Clause yang menunjukkan tempat. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction seperti where, nowhere, anywhere, wherever, dll.
Contoh:
  • They sat down wherever they could find empty seats
  • The guard stood where he was positioned.
  • Where there is a will, there is a way.
  • Where there is poverty, there we find discontent and unrest.
  • Go where you like.
3. Clause of Contrast (or Concession)
Clause yang menunjukkan adanya pertentangan antara dua kejadian atau peristiwa yang saling berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti although, though, even though, whereas, even if, in spite of, as the time, dll.
Contoh:
  • As the time you were sleeping, we were working hard.
  • Mary wanted to stop, whereas I wanted to go on.
  • Although it is late, we'll stay a little longer.
  • He is very friendly, even if he is a clever student.
4. Clause of Manner
Clause yang menunjukkan cars bagaimana suatu pekerjaan dilakukan atau peristiwa terjadi. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti as, how, like, in that, dll.
Contoh:
  • He did as I told him.
  • You may finish it how you like.
  • They may beat us again, like they did in 1978.
5. Clause of Purpose and Result
Clause yang menunjukkan hubungan maksud/tujuan dan hasil. Biasanya dibuat dengan menggunakan kata penghubung seperti (in order) that, so that, in the hope that, to the end that, lest, in case, dll.
Contoh:
  • They went to the movie early (in order) to find the best seats.
  • She bought a book so (that) she could learn English
  • He is saving his money so that he may take a long vacation.
  • I am working night and day in the hope that I can finish this book soon.
6. Clause of Cause and Effect
Clause yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat. Ada beberapa pola membentuk Clause jenis ini. Perhatikan baik-baik.
Contoh:
  • Ryan ran so fast that he broke the previous speed record.
  • It was so cold yesterday that I didn't want to swim.
  • The soup tastes so good that everyone will ask for more.
  • The student had behaved so badly that he was dismissed from the class.
Contoh:
  • The Smiths had so many children that they formed their own baseball team.
  • I had so few job offers that it wasn't difficult to select one.
Contoh:
  • He has invested so much money in the project that he cannot abandon it now.
  • The grass received so little water that it turned brown in the heat.
Contoh:
  • It was such a hot day that we decided to stay indoors. ATAU It was so hot a day that we decided to stay indoors.
  • It was such an interesting book that he couldn't put it down. ATAU It was so interesting a book that he couldn't put it down.
Contoh:
  • She has such exceptional abilities that everyone is jealous of her.
  • They are such beautiful pictures that everybody will want one.
  • Perry has had such bad luck that he's decided not to gamble.
  • This is such difficult homework that I will never finish it.
  •  
  • sumber http://ismailmidi.com/berita-89-adverb-clause.html

Adverbial clause

From Wikipedia, the free encyclopedia
Jump to: navigation, search
An adverbial clause is a clause that functions as an adverb. In other words, it contains a subject (explicit or implied) and a predicate, and it modifies a verb.
  • I saw Joe when I went to the store. (explicit subject I)
  • He sat quietly in order to appear polite. (implied subject he)
According to Sidney Greenbaum and Randolph Quirk, adverbial clauses function mainly as adjuncts or disjuncts. In these functions they are like adverbial phrases, but due to their potentiality for greater explicitness, they are more often like prepositional phrases (Greenbaum and Quirk,1990):
  • We left after the speeches ended. (Is it an adverbial clause, adverbial phrase, or prepositional phrase?)
  • We left after the end of the speeches.(Is it an adverbial clause, adverbial phrase, or prepositional phrase?)
Contrast adverbial clauses with adverbial phrases, which do not contain a clause.
  • I like to fly kites for fun.
  •  
  • sumber http://en.wikipedia.org/wiki/Adverbial_clause#Kinds_of_adverbial_clauses